Tips Menjadi Pria Single Yang Disukai Wanita

9 11 2010

Sumber: www.AnneAhira.com

Apakah saat ini Anda adalah seorang pria yang masih berstatuskan single atau dengan kata lain Anda masih belum mendapatkan seorang wanita yang mau mendampingi Anda (kekasih hati istilah lainnya)?

Padahal Anda juga sudah menyadari bahwa diri Anda memiliki wajah yang bisa dibilang tampan, memiliki ukuran tubuh yang ideal untuk seorang pria, dan bahkan Anda juga sudah bisa meraih sukses di bidang pekerjaan Anda saat ini. Lalu sebenarnya apa yang terjadi?

Mengapa orang yang bisa dibilang menarik seperti Anda masih belum bisa mendapatkan seorang wanita yang sangat Anda idam-idamkan?

Nah jika Anda saat ini mengalami hal seperti itu maka permasalahan terbesarnya adalah pada sifat di dalam diri Anda. Dengan mengubah sifat-sifat itu menjadi lebih alami dan terbuka maka Anda bisa benar-benar menjadi diri Anda sendiri dan bersiaplah untuk dikejar-kejar oleh para wanita yang mulai menyukai Anda apa adanya.

Jika Anda tidak tahu apakah sifat-sifat yang perlu Anda tanamkan dan ubah pada diri Anda saat ini, Anda tidak perlu khawatir karena beberapa tips ampuh berikut bisa membantu Anda :

Jadilah Pria Yang Jujur

Setiap orang baik itu wanita ataupun pria termasuk juga Anda pasti sangat menyukai pribadi orang yang sangat jujur bukan? Ya, jika Anda ingin untuk disukai para wanita maka hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menanamkan sifat jujur pada diri Anda sendiri.

Tidak peduli apakah Anda sebelumnya adalah raja bohong, sang penguntit makanan atau sifat jelek lainnya yang pernah Anda miliki sebelumnya, Anda harus bisa mulai mengubah diri Anda menjadi orang yang jujur.

Dengan menjadi orang yang jujur ini maka Anda bukan hanya bisa didekati oleh banyak wanita yang mulai mengagumi pria seperti Anda, tetapi Anda juga bisa mendapatkan banyak teman yang tentu saja akan bermanfaat apalagi jika ternyata Anda adalah seorang pebisnis.

Namun dalam berkata jujur ada hal yang perlu Anda perhatikan seperti mengatakannya terlalu jujur. Sebagai contoh Anda diajak bertemu dengan seorang wanita kenalan Anda melalui chatting, namun ketika bertemu Anda merasa wanita tersebut biasa saja dan tidak menarik bagi Anda.

Nah jangan sampai Anda berkata padanya bahwa dia hanyalah wanita biasa dan Anda tidak tertarik padanya. Sekali-sekali sebagai seorang pria Anda juga perlu untuk menjaga perkataan Anda yang bisa menyinggungnya walaupun itu bersifat jujur sekalipun. Jangan sampai memberikan kesan jujur itu menyakitkan.

Jangan Membandingkan

Ada kalanya ketika seorang pria mulai tertarik kepada seorang wanita, pria tersebut pasti berusaha mengatakan hal-hal hebat mengenai diri Anda kepadanya. Ya, sebagian besar pria pasti selalu berusaha membuat wanita tersebut merasa beruntung berkenalan dengannya termasuk membandingkannya dengan wanita-wanita lain yang pernah Anda kenal.

Ingat dengan membandingkannya dia dengan wanita yang lain maka Anda sudah membuatnya merasa tidak nyaman dan yang paling parah, wanita yang Anda ajak bicara tersebut akan berpikir bahwa Anda adalah seorang playboy.

Jangan Mengikutinya Terus Menerus

Sering terjadi jika seorang pria sudah memutuskan untuk suka dengan seorang wanita maka dirinya akan terus mengikutinya ke manapun dia pergi. Pria semacam ini akan berusaha menghubunginya setiap hari melalui hp, datang ke rumah wanita tersebut berkali-kali sampai dengan mengikutinya ke manapun wanita itu pergi seperti seorang detektif yang sedang mengincar targetnya.

Namun tahukah Anda bahwa tindakan semacam ini justru sangat dibenci oleh wanita? Ya, pastilah setiap orang tidak mau bukan hidupnya secara tiba-tiba diikuti oleh orang yang belum lama dikenalnya secara misterius.

Nah usahakan Anda untuk tidak melakukan hal ini berlebihan. Anda boleh saja menelponnya atau mendatangi rumah wanita tersebut tapi jangan sering-sering atau dia akan mulai mem-block segala sesuatu yang berhubungan dengan diri Anda.

Jadilah Pendengar Yang Baik

Ketika seorang wanita bercerita mengenai sesuatu khususnya permasalahan pribadinya kepada seorang pria, maka itu adalah pertAnda bahwa dirinya sedang membuka hati pada pria tersebut. Ya, jika Anda mendapatkan peluang yang bagus semacam ini maka yang perlu Anda lakukan adalah menjadi seorang pendengar yang baik dan berusaha untuk memahami permasalahannya.

Perlu Anda ketahui, cukup banyak pria yang mendapatkan wanita idamannya hanya bermodalkan sebuah perhatian yang luar biasa kepada pasangannya. Jadi cobalah untuk mulai menjadi pendengar yang baik kepada wanita idaman Anda.

Cobalah Untuk Selalu Tersenyum

Senyum adalah hal penting yang harus Anda lakukan untuk membuat suasana pembicaraan antara pria dan wanita menjadi lebih rileks dan tenang.

Coba saja Anda bayangkan jika ternyata Anda bertemu dengan wanita idaman Anda dalam kondisi yang merenggut dan tidak tersenyum sedikitpun, pastilah wanita tersebut akan mencari alasan untuk segera pulang ke rumah karena jenuh, bosan bahkan stres melihat tingkah laku Anda tersebut.

Menjadi seorang pria Anda dituntut untuk bisa bersabar, karena itu cobalah untuk tersenyum ketika bertemu dengannya walaupun saat itu Anda sedang mengalami masalah.

Lakukan Yang Terbaik

Banyak pria berusaha menarik perhatian wanita dengan tingkah lakunya yang terbilang ekstrim atau bahkan diluar pikiran sehat. Ambil contoh saja seperti melakukan aksi-aksi berbahaya demi mendapatkan perhatian sang wanita.

Memang hal itu akan terlihat sangat cool, tapi apa benar setiap wanita ingin melihat hal seperti itu? Tidak, tidak semua wanita menginginkan pria yang ekstrim dan berbahaya, malah beberapa diantara mereka akan berkata bahwa pria tersebut gila dan akhirnya mulai menjauhi mereka.

Cobalah untuk melakukan hal-hal yang bisa Anda lakukan dengan baik, misalkan berpenampilan rapi, baik dan wangi atau mungkin menunjukkan skill memasak Anda kepada wanita yang Anda sukai.

Cobalah Untuk Jual Mahal

Jika ternyata ada sebuah reaksi yang bagus dari wanita yang Anda sukai, maka sebagai seorang pria Anda harus sedikit menjual mahal diri Anda seperti bersikap sedikit cuek dan terkesan tidak membutuhkannya.

Sikap ini berdasarkan riset bukannya dijauhi oleh para wanita tetapi malah membuat wanita tersebut semakin berdebar-debar dan tergila-gila dalam melakukan pengejaran terhadap Anda. Dengan membuat mereka penasaran maka Anda bisa mendapatkan wanita idaman yang Anda inginkan.

Jaga Cara Berbicara dan Penampilan Anda

Ketika seorang pria baru saja berkenalan dengan wanita, pastilah mereka akan berbicara secukupnya saja tanpa berlebihan. Sikap ini digunakan untuk pendekatan awal sekaligus kesan bahwa Anda adalah pria yang sopan dan teratur.

Selain itu penampilan Anda saat berhadapan dengan wanita juga sangatlah penting. Cobalah untuk berpakaian rapi dengan menggunakan parfum yang fresh dan tidak berlebihan agar menimbulkan kesan aroma terapi bagi wanita tersebut.

Jangan sampai ketika Anda bertemu dengan wanita target Anda ternyata Anda belum mandi bahkan bau Anda kecut sekali, tentu saja dalam waktu yang sangat singkat wanita tersebut akan segera meninggalkan Anda dan dijamin Anda tidak akan pernah bertemu dengannya untuk kedua kalinya kecuali memang bertemu secara kebetulan.





Arti Cinta, Rindu dan Cemburu dalam Islam

12 09 2010

Author: Raisa Hakim

Banyak orang berbicara tentang masalah ini tapi tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Atau tidak menjelaskan batasan-batasan dan maknanya secara syar’i. Dan kapan seseorang itu keluar dari batasan-batasan tadi. Dan seakan-akan yang menghalangi untuk membahas masalah ini adalah salahnya pemahaman bahwa pembahasan masalah ini berkaitan dengan akhlaq yang rendah dan berkaitan dengan perzinahan, perkataan yang keji. Dan hal ini adalah salah. Tiga perkara ini adalah sesuatu yang berkaitan dengan manusia yang memotivasi untuk menjaga dan mendorong kehormatan dan kemuliaannya. Aku memandang pembicaraan ini yang terpenting adalah batasannya, penyimpangannya, kebaikannya, dan kejelekannya. Tiga kalimat ini ada dalam setiap hati manusia, dan mereka memberi makna dari tiga hal ini sesuai dengan apa yang mereka maknai.

Cinta (Al-Hubb)

Cinta yaitu Al-Widaad yakni kecenderungan hati pada yang dicintai, dan itu termasuk amalan hati, bukan amalan anggota badan/dhahir. Pernikahan itu tidak akan bahagia dan berfaedah kecuali jika ada cinta dan kasih sayang diantara suami-isteri. Dan kuncinya kecintaan adalah pandangan. Oleh karena itu, Rasulullah Sawmenganjurkan pada orang yang meminang untuk melihat pada yang dipinang agar sampai pada kata sepakat dan cinta, seperti telah kami jelaskan dalam bab Kedua.

Sungguh telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Nasa’i dari Mughirah bin Su’bah r.a berkata : “Aku telah meminang seorang wanita”, lalu Rasulullah Sawbertanya kepadaku : “Apakah kamu telah melihatnya ?” Aku berkata : “Belum”, maka beliau bersabda : “Maka lihatlah dia, karena sesungguhnya hal itu pada akhirnya akan lebih menambah kecocokan dan kasih sayang antara kalian berdua”

Sesungguhnya kami tahu bahwa kebanyakan dari orang-orang, lebih-lebih pemuda dan pemudi, mereka takut membicarakan masalah “cinta”, bahkan umumnya mereka mengira pembahasan cinta adalah perkara-perkara yang haram, karena itu mereka merasa menghadapi cinta itu dengan keyakinan dosa dan mereka mengira diri mereka bermaksiat, bahkan salah seorang diantara mereka memandang, bila hatinya condong pada seseorang berarti dia telah berbuat dosa.

Kenyataannya, bahwa di sini banyak sekali kerancuan-kerancuan dalam pemahaman mereka tentang “cinta” dan apa-apa yang tumbuh dari cinta itu, dari hubungan antara laki-laki dan perempuan. Dimana mereka beranggapan bahwa cinta itu suatu maksiat, karena sesungguhnya dia memahami cinta itu dari apa-apa yang dia lihat dari lelaki-lelaki rusak dan perempuan-perempuan rusak yang diantara mereka menegakkan hubungan yang tidak disyariatkan. Mereka saling duduk, bermalam, saling bercanda, saling menari, dan minum-minum, bahkan sampai mereka berzina di bawah semboyan cinta. Mereka mengira bahwa ‘cinta’ tidak ada lain kecuali yang demikian itu. Padahal sebenarnya tidak begitu, tetapi justru sebaliknya.

Sesungguhnya kecenderungan seorang lelaki pada wanita dan kecenderungan wanita pada lelaki itu merupakan syahwat dari syahwat-syahwat yang telah Allah hiaskan pada manusia dalam masalah cinta. Artinya Allah menjadikan di dalam syahwat apa-apa yang menyebabkan hati laki-laki itu cenderung pada wanita, sebagaimana firman Allah Swt :

["Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak,..."] Ali-’Imran : 14

Allah lah yang menghiasi bagi manusia untuk cinta pada syahwat ini, maka manusia mencintainya dengan cinta yang besar, dan sungguh telah tersebut dalam hadits bahwa Nabi Saw bersabda :

["Diberi rasa cinta padaku dari dunia kalian : wanita dan wangi-wangian dan dijadikan penyejuk mataku dalam sholat"] HR Ahmad, Nasa’i, Hakim dan Baihaqi.

Andaikan tidak ada rasa cinta lelaki pada wanita atau sebaliknya, maka tidak ada pernikahan, tidak ada keturunan dan tidak ada keluarga. Namun, Allah Swt tidaklah menjadikan lelaki cinta pada wanita atau sebaliknya supaya menumbuhkan diantara keduanya hubungan yang diharamkan, tetapi untuk menegakkan hukum-hukum yang disyari’atkan dalam bersuami isteri, sebagaimana tercantum dalam hadits Ibnu Majah, dari Abdullah bin Abbas r.a berkata : telah bersabda Rasulullah Saw:

["Tidak terlihat dua orang yang saling mencintai, seperti pernikahan"]

Dan agar orang-orang Islam menjauhi jalan-jalan yang rusak atau keji, maka Allah telah menyuruh yang pertama kali agar menundukan pandangan, karena ‘pandangan’ itu kuncinya hati, dan Allah telah haramkan semua sebab-sebab yang mengantarkan pada fitnah, dan kekejian, seperti berduaan dengan orang yang bukan mahramnya, bersenggolan, bersalaman, berciuman antara lelaki dan wanita, karena perkara ini dapat menyebabkan condongnya hati. Maka bila hati telah condong, dia akan sulit sekali menahan jiwa setelah itu, kecuali yang dirahmati Allah Swt.

Bahwa Allah tidak akan menyiksa manusia dalam kecenderungan hatinya. Akan tetapi manusia akan disiksa dengan sebab jika kecenderungan itu diikuti dengan amalan-amalan yang diharamkan. Contohnya : apabila lelaki dan wanita saling pandang memandang atau berduaan atau duduk cerita panjang lebar, lalu cenderunglah hati keduanya dan satu sama lainnya saling mencinta, maka kecondongan ini tidak akan menyebabkan keduanya disiksanya, karena hal itu berkaitan dengan hati, sedang manusia tidak bisa untuk menguasai hatinya. Akan tetapi, keduanya diazab karena apa yang dia lakukan. Dan karena keduanya melakukan sebab-sebab yang menyampaikan pada ‘cinta’, seperti perkara yang telah kami sebutkan. Dan keduanya akan dimintai tajawab, dan akan disiksa juga dari setiap keharaman yang dia perbuat setelah itu.

Adapun cinta yang murni yang dijaga kehormatannya, maka tidak ada dosa padanya, bahkan telah disebutkan olsebagian ulama seperti Imam Suyuthi, bahwa orang yang mencintai seseorang lalu menjaga kehormatan dirinya dan dia menyembunyikan cintanya maka dia diberi pahala, sebagaimana akan dijelaskan dalam ucapan kami dalam bab ‘Rindu’. Dan dalam keadaan yang mutlak, sesungguhnya yang paling selamat yaitu menjauhi semua sebab-sebab yang menjerumuskan hati dalam persekutuan cinta, dan mengantarkan pada bahaya-bahaya yang banyak, namun …..sangat sedikit mereka yang selamat.

Rindu (Al-’Isyq)

Rindu itu ialah cinta yang berlebihan, dan ada rindu yang disertai dengan menjaga diri dan ada juga yang diikuti dengan kerendahan. Maka rindu tersebut bukanlah hal yang tercela dan keji secara mutlak. Tetapi bisa jadi orang yang rindu itu, rindunya disertai dengan menjaga diri dan kesucian, dan kadang-kadang ada rindu itu disertai kerendahan dan kehinaan.

Sebagaimana telah disebutkan, dalam ucapan kami tentang cinta maka rindu juga seperti itu, termasuk amalan hati, yang orang tidak mampu menguasainya. Tapi manusia akan dihisab atas sebab-sebab yang diharamkan dan atas hasil-hasilnya yang haram. Adapun rindu yang disertai dengan menjaga diri padanya dan menyembunyikannya dari orang-orang, maka padanya pahala, bahkan Ath-Thohawi menukil dalam kitab Haasyi’ah Marakil Falah dari Imam Suyuthi yang mengatakan bahwa termasuk dari golongan syuhada di akhirat ialah orang-orang yang mati dalam kerinduan dengan tetap menjaga kehormatan diri dan disembunyikan dari orang-orang meskipun kerinduan itu timbul dari perkara yang haram sebagaimana pembahasan dalam masalah cinta.

Makna ucapan Suyuthi adalah orang-orang yang memendam kerinduan baik laki-laki maupun perempuan, dengan tetap menjaga kehormatan dan menyembunyikan kerinduannya sebab dia tidak mampu untuk mendapatkan apa yang dirindukannya dan bersabar atasnya sampai mati karena kerinduan tersebut maka dia mendapatkan pahala syahid di akhirat. Hal ini tidak aneh jika fahami kesabaran orang ini dalam kerinduan bukan dalam kefajiran yang mengikuti syahwat dan dia bukan orang yang rendah yang melecehkan kehormatan manusia bahkan dia adalah seorang yang sabar, menjaga diri meskipun dalam hatinya ada kekuatan dan ada keterkaitan dengan yang dirindui, dia tahan kekerasan jiwanya, dia ikat anggota badannya sebab ini di bawah kekuasaannya. Adapun hatinya dia tidak bisa menguasai maka dia bersabar atasnya dengan sikap afaf (menjaga diri) dan menyembunyikan kerinduannya sehingga dengan itu dia mendapat pahala.

Cemburu (Al-Ghairah)

Cemburu ialah kebencian seseorang untuk disamai dengan orang lain dalam hak-haknya, dan itu merupakan salah satu akibat dari buah cinta. Maka tidak ada cemburu kecuali bagi orang yang mencintai. Dan cemburu itu termasuk sifat yang baik dan bagian yang mulia, baik pada laki-laki atau wanita.

Ketika seorang wanita cemburu maka dia akan sangat marah ketika suaminya berniat kawin dan ini fitrah padanya. Sebab perempuan tidak akan menerima madunya karena kecemburuannya pada suami, dia senang bila diutamakan, sebab dia mencintai suaminya. Jika dia tidak mencintai suaminya, dia tidak akan peduli (lihat pada bab I). Kita tekankan lagi disini bahwa seorang wanita akan menolak madunya, tetapi tidak boleh menolak hukum syar’i tentang bolehnya poligami. Penolakan wanita terhadap madunya karena gejolak kecemburuan, adapun penolakan dan pengingkaran terhadap hukum syar’i tidak akan terjadi kecuali karena kelalaian dan kesesatan. Adapun wanita yang shalihah, dia akan menerima hukum-hukum syariat dengan tanpa ragu-ragu, dan dia yakin bahwa padanya ada semua kebaikan dan hikmah. Dia tetap memiliki kecemburuan terhadap suaminya serta ketidaksenangan terhadap madunya.

Kami katakan kepada wanita-wanita muslimah khususnya, bahwa ada bidadari yang jelita matanya yang Allah Swt jadikan mereka untuk orang mukmin di sorga. Maka wanita muslimat tidak boleh mengingkari adanya ‘bidadari’ ini untuk orang mukmin atau mengingkari hal-hal tersebut, karena dorongan cemburu. Maka kami katakan padanya :

  • Dia tidak tahu apakah dia akan berada bersama suaminya di surga kelak atau tidak.
  • Bahwa cemburu tidak ada di surga, seperti yang ada di dunia.
  • Bahwasanya Allah Swt telah mengkhususkan juga bagi wanita dengan kenikmatan-kenikmatan yang mereka ridlai, meski kita tidak mengetahui secara rinci.

Surga merupakan tempat yang kenikmatannya belum pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan terbetik dalam hati manusia, seperti firman Allah Swt

["Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan"] As-Sajdah : 17

Oleh karena itu, tak seorang pun mengetahui apa yang tersembunyi bagi mereka dari bidadari-bidadari penyejuk mata sebagai balasan pada apa-apa yang mereka lakukan. Dan di sorga diperoleh kenikmatan-kenikmatan bagi mukmin dan mukminat dari apa-apa yang mereka inginkan, dan juga didapatkan hidangan-hidangan, dan akan menjadi saling ridho di antara keduanya sepenuhnya. Maka wajib bagi keduanya (suami-isteri) di dunia ini untuk beramal sholeh agar memperoleh kebahagiaan di sorga dengan penuh kenikmatan dan rahmat Allah Swt yang sangat mulia lagi pemberi rahmat.

Adapun kecemburuan seorang laki-laki pada keluarganya dan kehormatannya, maka hal tersebut ‘dituntut dan wajib’ baginya karena termasuk kewajiban seorang laki-laki untuk cemburu pada kehormatannya dan kemuliaannya. Dan dengan adanya kecemburuan ini, akan menolak adanya kemungkaran di keluarganya. Adapun contoh kecemburuan dia pada isteri dan anak-anaknya, yaitu dengan cara tidak rela kalau mereka telanjang dan membuka tabir di depan laki-laki yang bukan mahramnya, bercanda bersama mereka, hingga seolah-olah laki-laki itu saudaranya atau anak-anaknya.

Anehnya bahwa kecemburuan seperti ini, di jaman kita sekarang dianggap ekstrim-fanatik, dan lain-lain. Akan tetapi akan hilang keheranan itu ketika kita sebutkan bahwa manusia di jaman kita sekarang ini telah hidup dengan adat barat yang jelek. Dan maklum bahwa masyarakat barat umumnya tidak mengenal makna aib, kehormatan dan tidak kenal kemuliaan, karena serba boleh (permisivisme), mengumbar hawa nafsu kebebasan saja. Maka orang-orang yang mengagumi pada akhlaq-akhlaq barat ini tidak mau memperhatikan pada akhlaq Islam yang dibangun atas dasar penjagaan kehormatan, kemuliaan dan keutamaan.

Sesungguhnya Rasulullah Saw telah mensifati seorang laki-laki yang tidak cemburu pada keluarganya dengan sifat-sifat yang jelek, yaitu Dayyuuts’. Sungguh ada dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabraani dari Amar bin Yasir r.a, serta dari Al-Hakim, Ahmad dan Baihaqi dari Abdullah bin Amr r.a, dari Nabi Saw bahwa ada tiga golongan yang tidak akan masuk surga yaitu peminum khomr, pendurhaka orang tua dan dayyuts. Kemudian Nabi menjelaskan tentang dayyuts, yaitu orang yang membiarkan keluarganya dalam kekejian atau kerusakan, dan keharaman.

Wallahu a’lam





Alhamdulillah….

9 09 2010

Alhamdulillah dah melaksanaakan prajab kemarin dari tanggal 19 bulan Juli sampe tanggal 01 bulan Agustus tahun 2010. Seru, menyenangkan, dapat teman2 baru yang kompak dan dapat oleh2 dua kali jatuh sendiri dari motor… (baru bisa pake motor dah nekad jalan keluar kota, mungkin emang dasarnya BONEK ya…. ^_^). Pertama pas berangkat, karena abis hujan, jalanan licin n masih diperbaiki dan karena akunya yang belum kenal (makanya kenalan dulu donk) medan jalan, jadi dech jatuh… luka cukup lumayan tapi alhamdulillah masih bisa ngikuti kegiatan prajab sampai selesai…

Kedua terjadi saat main ma teman2 abis selesai test tulis n test baca/hafalan Al-Quran setelah prajab, abis makan siang (sengaja maksinya gak banyak) teman2 ngajak makan di luar Balai Diklat. Saat pake tuh motor jalan2, tiba2 rem depan motor jadi lengket ke roda jadi laju motor melambat, salah aku n karena kurang pengalaman aku terusin ngegas… akhirnya jatuh lagi dech, luka cukup lumayan dan kayaknya lebih parah dari yang pertama, padahal luka yang pertama dah mulai sembuh buh buh :(

Sampai sekarang lutut sebelah kanan bekas luka, karena cedera otot juga (dah lama otot kaki gak dipake) belum bisa ditekuk secara sempurna… kata yang mijet yang mengobati aku, otot kaki kanan dah lemes koq, tinggal menunggu lukanya sembuh total… semoga aku bisa jalan normal lagi gak keliatan pincang lagi… Alhamdulillah mulai kemarin aku dah mulai bisa sujud saat sholat (nikmat sekali dah bisa sujud), dengan tumpuan lutut kanan, duduk diantara dua sujud n duduk tahiyatnya masih duduk dengan kaki kanan diselonjorkan.

Mulai awal september ini aku di pindah tugaskan dari unit jurusan Tarbiyah ke ULKI (Unit Laboratorium, Komputer n Internet), Surat Tugas dah diterima dan karena di jurusan masih ada tugas yg belum terselesaikan, jadi rencana baru abis lebaran ini aku kerja di ULKI… tapi selama awal september ini aku bolak balik antara ULKI n Tarbiyah. harapanku di tempat baru di ULKI ini aku bisa lebih banyak menerapkan ilmu Informatika yang aku dapat dari Unitomo Surabaya. aku di ULKI diserahin teknis pelaksanaan internet dan kuliah daskom di lab. Selebihnya aku pingin ngembangin software kampus ya minimal seperti software di Unitomo (Alhamdulillah juga dah ada pengalaman ikut tim pengembangan software kampus Unitomo)

Akhirnya karena menjelang Lebaran… saya mengucapkan

“SELAMAT IDUL FITRI 1431 H, MOHON MAAF LAHIR BATHIN”





Kredit di Bank Syariah

2 01 2010

Ivan Irawan, Wirausahawan dan Praktisi TI Perbankan Syariah

Pertanyaan

Ruwetnya Kredit di Bank Syariah

Saya merasa kredit di Bank Syariah itu malah berbelit-belit. Ini contoh betapa ruwetnya membeli motor lewat bank syariah. Bank pemberi kredit membeli motor dari dealer. Karena pembayarannya dicicil, motor tersebut dijual kepada kita dengan harga lebih mahal. Jadi disini tidak ada “bunga”, tapi tetap saja yang meminjam mencicil lebih mahal. Contohnya, bank membeli Rp 10 juta, lalu dijual Rp 17 juta, dengan cara dicicil setiap bulan sampai lunas.

Bagaimana jika meminjam dengan jaminan? Caranya mirip di atas. Jaminan yang kita agunkan dibeli oleh bank, lalu dijual lagi ke kita dengan harga lebih mahal ketimbang saat dibeli. Misalnya, saya meminjam ke bank dengan mengagunkan rumah yang harganya ditaksir Rp 100 juta. Bank membeli rumah saya tersebut seharga Rp 100 juta. Setelah itu rumah yang diagunkan itu “dijual” lagi kepada saya, tapi dengan harga yang lebih mahal, yaitu Rp 140 juta. Lantas kita mencicil setiap bulan hingga lunas. Tidak ada bunganya kan?

Achmad Bahagia , Jakarta

Jawaban

Pak Achmad, pembiayaan secara syariah untuk pembelian motor umumnya dilakukan dengan skim jual beli murabahah. Dalam hal ini peran bank syariah adalah sebagai pedagang perantara untuk motor. Proses yang terjadi seperti yang Pak Achmad ceritakan dan itu adakah proses jual beli seperti yang kita kenal dan jalani selama ini.

Prinsipnya, dalam jual beli, pedagang akan mengambil manfaat berupa margin atau keuntungan yang didapatkan dari selisih harga jual dan harga beli barang. Harga jual pasti diusahakan lebih tinggi dari harga beli agar pedagang dapat hidup dari kegiatan jual beli.

Sebagaimana pedagang, Bank Syariah dalam kegiatan pembiayaan jual beli murabahah juga menentukan margin yang wajar dari kegiatan jual beli, apalagi Bank Syariah memberikan kemudahan kepada nasabah berupa pelunasan barang secara cicilan. Bank Syariah bukanlah lembaga non profit sehingga tetap membutuhkan keuntungan dari usaha jual beli yang dilakukannya untuk membiayai operasional usaha. Pertanyaannya yang muncul adalah berapa margin yang dianggap wajar oleh kedua pihak (bank syariah dan nasabah)? Apakah mengacu pada suku bunga pembiayaan bank konvensional? Pembahasan mengenai hal ini akan cukup panjang dan menurut saya lebih bijaksana jika dibahas secara terpisah.

Skim jual beli murabahah ini memiliki perbedaan signifikan dengan skim kredit pembelian barang bank konvensional. Perbedaan terbesar adalah pada prinsip kepastian harga jual barang oleh bank (harga perolehan nasabah). Harga perolehan nasabah tidak akan berubah selama proses pembiayaan sehingga cicilan nasabah tidak akan terpengaruh oleh naik turunnya suku bunga bank. Kondisi ini sangat terasa menguntungkan nasabah bank syariah terutama ketika masa krisis moneter di tahun 1997. Saat itu suku bunga pada bank konvensional melonjak tinggi karena bank umum berusaha menghindari negative spread (selisih suku bunga pinjaman dengan suku bunga dana yang negatif) akibat tingginya cost of fund dana pada masa-masa minimnya likuiditas bank. Cicilan nasabah bank syariah tidak terpengaruh oleh kondisi ini, kebalikannya nasabah bank konvensional babak belur dengan cicilan yang tiba-tiba melonjak tinggi.

Bagaimana jika nasabah bank syariah ingin melunasi barang terlebih sebelum masa pembiayaan berakhir? Bank syariah terbuka kemungkinan memberikan diskon harga barang (muqasah) terhadap nasabah, sehingga nasabah tidak perlu membayar sebesar harga perolehan yang disepakati dalam akad pembiayaan.

Untuk kasus kedua, saya sendiri tidak melihat dan tidak memiliki pengalaman bahwa praktek ini lazim digunakan di bank syariah untuk maksud ”meminjam dengan jaminan”. Skim semacam ini biasanya digunakan untuk keperluan take-over kredit pembelian barang. Misalkan untuk proses pengambilalihan KPR (Kredit Pemilikan Rumah), maka bank syariah harus membeli terlebih dahulu rumah tersebut. Caranya bisa dengan memberikan dana talangan kepada nasabah untuk melunasi KPR di bank konvensional, kemudian nasabah menjual rumahnya kepada bank syariah untuk melunasi dana talangan bank syariah. Rumah tersebut oleh Bank Syariah kemudian dijual kembali kepada nasabah secara cicilan (akad murabahah) atau disewakan dengan opsi beli (akad Ijarah Muntahiyya Bit-Tamlik).

Satu hal yang menarik dari pembiayaan secara syariah melalui skim jual beli ini adalah mampu menghindari terjadinya penyimpangan pada proses pembiayaan sehingga semua pihak yang terlibat mendapatkan keuntungan. Dalam fungsi sebagai pedagang, Bank Syariah akan selalu berusaha mendapatkan barang dengan kualitas terbaik karena terkait dengan kredibilitas bank. Pada akhirnya nasabah akan mendapatkan barang dengan kualitas yang dijamin pula oleh kredibilitas bank syariah/lembaga pembiayaan syariah.

Dari sisi skim, proses pembiayaan di Bank Syariah sekilas terlihat lebih ruwet. Pada pelaksanaannya sesungguhnya nasabah tidak perlu harus ikut ruwet dan repot karena proses tersebut dapat disiapkan oleh pihak Bank Syariah bersama pihak terkait dalam pembiayaan. Setelah nasabah mengajukan pembiayaan, Bank Syariah akan melakukan verifikasi terhadap nasabah dan arus keuangannya. Jika pembiayaan dapat disetujui, maka Bank Syariah akan menyiapkan semua proses pengadaan barang dan setelah siap, nasabah cukup datang untuk menandatangani akad pembiayaannya dan mendapatkan barang yang diinginkan. Bank Syariah dapat pula mewakilkan pembelian barang tersebut kepada nasabahnya melalui akad wakalah, sehingga nasabah dapat melakukan pembelian barang sendiri atas nama Bank Syariah.

Melihat hal di atas, saya berharap Pak Achmad tidak perlu khawatir harus repot dan ruwet dalam mengurus pembiayaan di Bank Syariah.

niriah.com

sumber : http://www.niriah.com/konsultasi/finansial/4id11.html





Ketika amarah mengalahkan kasih sayang pada anak

16 11 2009

Ketika amarah mengalahkan rasa sayang pada anak

Gadis kecil berusia empat tahun itu sedang asyik mencoret coret tanah di pekarangan rumahnya, sementara pembantu yang menjaganya menjemur pakaian.. Beberapa waktu kemudian, ita si gadis kecil ini menemukan paku berkarat dan memakainya untuk menggambar. Kemudian Ita berjalan ke garasi dan mulai menggoreskan
paku itu di sedan hitam yang baru dibeli papanya. Dapat dibayangkan apa yang terjadi dengan sedan itu.

Sore harinya, ketika papa dan mamanya pulang, dengan bangga Ita menarik tangan papanya untuk memperlihatkan hasil karyanya di garasi. Pemandangan di garasi itu dengan cepat memompa emosi papanya dan karena lepas kendali papanya memukuli tangan Ita dengan mistar. “Ampun Pa … ampun Pa …,” itulah jeritan yang keluar dari mulut Ita tapi jeritan itu tidak dihiaraukan papanya. Setelah merasa puas, papanya berhenti dan menyuruh pembantu untuk mengurusi Ita yang baru saja diberi pelajaran disiplin tanpa pembelaan sang mama.

Tangis yang panjang melelahkan Ita dan ia pun tertidur. Ketika pembantu memandikannya, dari awal sampai selesai mandi Ita menangis karena merasa perih dikedua tangannya. Ketika si pembantu memberitahukan majikannya, mereka hanya menyuruhnya untuk mengoleskan salep. Keesokan harinya mereka bekerja seperti biasa, sementara tangan Ita mulai membengkak. Saat si pembantu menelepon nyonyanya, ia kembali diperintahkan untuk mengoleskan salep dan memberi obat demam.

Hari berganti dan suhu badan Ita mulai naik, namun kedua orang tua tidak serius mengobati tangan Ita sampai suatu hari suhu tubuh Ita sangat tinggi. Dengan panic merekapun membawa Ita ke rumah sakit. Diagnosa dokter. Ita demam diakibatkan oleh luka-luka di tangannya. Setelah diopname selama satu minggu, akhirnya dengan berat hati dokter memberitahukan kondisi Ita. “Tangannya yang bernanah telah membusuk. Untuk menyelamatkan Ita maka kami harus mengamputasi tangannya.”

Dengan derail air mata dan penyesalan yang tak habisnya, Papa dan Mama Ita menandatangani surat persetujuan. Singkat cerita, Ita dioperasi dan setelah siuman dengan menahan rasa sakit di tangannya ia berkata, “Pa, Ita nggak akan nakal lagi. Ita sayang sama Papa, sama Mama, tapi Pa, tolong kembalikan tangan Ita, Kalau nggak pinjam aja Pa, Ita janji nggak akan mengulanginya, Ita nggak akan nakal lagi. Ayo Pa, kembalikan tangan ita…”

Semua orang yang ada diruangan itu membisu, hanya isak tangis dan derai air mata yang berbicara mewakili kesedihan dan penyesalan mereka.

Efek yang ditimbulkan oleh amarah dan kehilangan kendali adalah rasa sakit dan rasa bersalah. Dalam sebuah keluarga, kesalahan seorang anak berpotensi meningkatkan emosi orang tua, namun seharusnya orang tua mempersiapkan diri dengan penguasaan diri yang tinggi sehingga dapat mendidik anaknya tanpa meninggalkan luka-luka batin pada anaknya.

Kata Kata Bijak:
Panas hati hanya akan menyeret kita jatuh kedalam perbuatan jahat dan penyesalan.

Peace & Love

oleh Ailsa & Ayesha
sumber: http://putrikalibening.blogspot.com/2009/01/ketika-amarah-mengalahkan-kasih-sayang.html





MENGENDALIKAN AMARAH

16 11 2009

Salah satu sifat yang melekat pada setiap manusia adalah marah. Sifat marah adalah luapan kekecewaan, kekesalan dan kebencian yang kemudian ditumpahkan dengan perasaan, ekspresi wajah, gerak tubuh, kata-kata dan tindakan. Terjadinya sifat marah dapat diakibatkan sakit hati, kekesalan dan rasa kecewa. Contohnya seseorang yang dihina oleh orang lain, maka bisa muncul sifat marah pada orang yang dihina tersebut.

Setiap manusia diperbolehkan marah, selama kemarahan itu wajar dan terkendali. Bukan kemarahan yang berlebihan, tanpa kendali dan tidak proporsional. Betapa banyak manusia tidak mampu mengendalikan marah. Contohnya seorang Ibu yang memerintahkan anaknya untuk belajar, tapi karena anaknya tidak mau mengikuti perintah ibunya tersebut, maka Sang Ibu memarahi anaknya sambil merobek buku pelajaran Sang Anak. Atau kasus seorang suami yang meminta istrinya memasak makanan kesukaan Sang Suami, tapi karena istrinya tidak melakukannya, maka Sang Suami menampar dan menendang Sang Istri, sambil membanting perlengkapan masak.

Pada kasus lain terjadi seorang istri bertengkar dengan suaminya karena cemburu, dalam pertengkaran tersebut sampai terjadi suami melemparkan piring ke arah istrinya, sementara istri melemparkan gelas ke arah suaminya. Bahkan pintu kamar istrinya juga ditendang sampai jebol oleh suaminya.

Atau dalam peristiwa lain, gara-gara ada pertunjukan musik dangdut di sebuah pernikahan, saat berjoget, seorang pengunjung menyenggol pemuda lainnya. Akhirnya terjadi perkelahian massal yang mengakibatkan 5 orang luka parah dengan darah mengucur di sekujur tubuh dan 10 orang luka ringan.

Bahkan dalam peristiwa lain terjadi, gara gara ada seorang pemuda naksir pada seorang pemudi di sebuah kampung. Kemudian pada saat pemuda itu apel ke rumah pemudi, ditegur oleh sekelompok pemuda di kampung tersebut. Akhirnya terjadi perkelahian, dan sang pemuda yang apel itu pulang ke kampungnya memberitahukan kepada pemuda lainnya. Akhirnya terjadilah tawuran massal antar kampung yang mengakibatkan 3 orang meninggal dunia, 17 orang luka-luka dan 10 bangunan rumah dan 2 buah sepeda motor terbakar hangus.

Masih banyak kasus-kasus lain yang terjadi dan akibatnya lebih besar daripada kasus-kasus di atas. Kalau kita telaah kasus-kasus di atas, maka kita melihat bahwa sifat marah yang disebabkan oleh sesuatu yang sebenarnya sederhana, telah ditumpahkan dalam bentuk kemarahan yang berlebihan dan tidak proporsional.

Bentuk berlebih-lebihan dalam kasus di atas misalnya adalah hanya karena anak tidak mau diperintahkan belajar, buku pelajaran anak dirobek-robek. Padahal apa kesalahan buku terhadap orang tua yang marah itu ? Atau kenapa istri yang dimarahi oleh suami, tetapi perlengkapan masak dibanting ? Atau kenapa hanya karena cemburu pada suami, piring dan gelas harus dilemparkan dan pecah ? Kesalahan apa yang telah dibuat oleh perlengkapan masak, piring dan gelas ? Atau kenapa pintu harus ditendang sampai rusak ? Apa salah pintu pada Sang Suami ? Kenapa hanya karena tersenggol orang lain, 15 orang harus terluka ? Atau hanya karena ditegur karena apel, mengapa sejumlah orang harus meninggal dan luka-luka ? Mengapa harus sekian rumah dan motor yang harus terbakar ? Itulah fakta-fakta kemarahan yang tidak terkendali.

Kemarahan yang tidak terkendali hanya menimbulkan penderitaan, rasa kebencian, dendam, jatuhnya sasaran kemarahan yang serampangan dan korban yang jauh lebih besar daripada penyebab kemarahannya.

Allah SWT berfirman yang artinya :
“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang bertakwa. (Yaitu) orang yang berinfak baik pada waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali-Imran : 134)

Rasulullah SAW bersabda yang artinya :
“Bukanlah orang kuat itu yang kuat dalam berkelahi, akan tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalika hawa nafsunya ketika marah”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits lain Rasulullah SAW juga bersabda :

“Barangsiapa menahan amarahnya, maka Allah akan menahan siksa-Nya…” (HR. Thabrani dan Baihaqi)

Imam al-Ghazali menyebutkan tingkatan manusia dikaitkan dengan kemarahannya, dapat dikelompokkan kepada tiga jenis, yaitu :

1. Tafrith, yaitu orang yang tidak memiliki kemarahan sama sekali atau hilang marahnya. Dia serba tak acuh terhadap segala yang terjadi di sekelilingnya. Bahkan terhadap segala penghinaan, penyelewengan agama sekalipun dia tidak memiliki sifat marah sama sekali.

2. Ifrath. Yaitu orang yang berlebih-lebihan dalam kemarahannya. Orang ini hanya disebabkan oleh satu kesalahan sedikit atau kekecewaan sedikit saja yang disebabkan orang lain, maka dia akan marah tanpa kendali. Kata-katanya kotor, gayanya menyeramkan, tindakannya kasar dan kejam, segala sesuatu akan menjadi sasaran kemarahannya.

3. I’tidal, yaitu orang yang mampu mengendalikan amarah, ketika muncul. Orang ini kalau marah mudah memaafkan. Dan penyebab kemarahannya juga adalah sesuatu yang sudah keterlaluan, termasuk penghinaan agama dan perendahan derajat manusia secara berlebihan.
Imam Al-Ghazali menyebut bahwa orang kelompok ketigalah yang terbaik.

Rasulullah SAW memberiken kiat kepada kita untuk mengendalikan amarah :
Kalau kita sedang berdiri lalu marah, cobalah duduk untuk mengurangi marah.
Kalau kita sudah duduk masih marah juga, cobalah berbaring.
Kalau sudah berbaring, masih marah juga, maka cobalah berwudhu.
Kalau setelah berwudhu masih marah juga, maka kita dianjurkan untuk sholat sunnat mutlak, yang disertai doa agar Allah menurunkan amarah.

Semoga Allah, menjadikan kita manusia yang pandai mengendalikan amarah. Amiin..!

*) Ahmad Juwaini, Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa Republika





ALHAMDULILLAH

29 10 2009

Alhamdulillah wa syukurillah SK CPNS kami berenam di STAIN Palangka Raya dah ditangan… tinggal nunggu prajabatan di Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin… kapan ya…








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.